Skip to main content

Pustakawan Firma Hukum dalam Pusaran Disrupsi Informasi Hukum, Bertahan atau Tenggelam?

(foto: the-digital-librarian.com)
Pustakawan firma hukum adalah profesional dalam bidang manajemen informasi hukum yang bekerja di sebuah firma hukum. Tugas utamanya adalah mengumpulkan, mengolah, mengemas dan mendistribusikan informasi hukum kepada lawyer sebagai pemustaka atau pengguna layanan perustakaan

Penyebarluasan informasi amatlah bergantung pada kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Tekonologi komputer, internet, software, dan mesin pemindai (scanner) adalah sarana pendukung utama untuk mendapatkan sekaligus menyeberluaskan informasi. 

Masih melekat dalam ingatan, ketika pertama kali terjun dalam dunia pengolahan informasi hukum di tahun 2000-an awal, dimana penggunaan teknologi komunikasi belumlah semasif saat ini. Mendapatkan informasi hukum bukanlah perkara mudah.

Sumber informasi hukum amatlah terbatas. Masih dalam masa transisi dari cetak ke digital, proses pengumpulan peraturan perundang-undangan masih bergantung pada media cetak yang terbit berkala. Saat itu, memiliki "orang dalam" di lembaga pemerintahan adalah kunci mendapatkan informasi perundang-undangan aktual. Tak gratis tentunya.

Mesin scanner sebagai alat alih media masih belum umum digunakan saat itu. Pustakawan tak jarang turun ke lapangan mendatangi kantor pemerintahan untuk melakukan riset dan mendapatkan salinan regulasi. Mesin foto copy merupakan sarana utama penggandaan dokumen.

Eksistensi pustakawan firma hukum terasa betul manfaatnya. Oleh karenanya memiliki perpustakaan menjadi role model sebuah firma hukum ideal saat itu. Firma hukum generasi awal dan yang berdiri di permulaan tahun 2000-an, umumnya memiliki perpustakaan.

Disrupsi Informasi Hukum

Fenomen perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di satu sisi dan terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi hukum disisi lain, mendorong lahirnya sebuah platform layanan informasi hukum berbasis internet bernama Hukumonline (2000)

Kelahiran Hukumonline menjadi tonggak sejarah layanan informasi hukum di Indonesia. Masyarakat disodorkan sebuah cara baru menikmati layanan informasi hukum yang komprehensif.

Tak hanya peraturan perundang-undangan, Hukumonline juga menyajikan ringkasan dan analisa hukumnya. Artikel hukum juga menjadi konten yang tak terpisahkan dalam portal.

Seiring berjalannya waktu, Hukumonline tumbuh menjadi semacam candu. Para praktisi hukum dibuai dengan kekomprehensivan informasi hukum yang disajikan, pelatihan dan juga seminar hukumnya.

Meskipun berbayar, para pelanggan umumnya merasa mendapatkan manfaat yang lebih besar dibanding dengan biaya yang dikeluarkan. Oleh karenanya praktisi hukum, firma hukum, dan divisi legal perusahaan banyak yang menjadikan berlangganan Hukumonline sebagai sebuah keharusan. 

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi dan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mendukung inovasi layanan Hukumonline menjadikanya semakin digdaya dan melahirkan disrupsi layanan informasi hukum di Indonesia. Aneka kebiasaan lama yang membelenggu, tercerabut dan melahirkan cara baru dalam mendapatkan layanan informasi hukum yang mudah, cepat, dan terpercaya.

Bertahan atau Tenggelam

Sungguh tak dapat dipungkiri, adopsi besar-besaran teknologi informasi dan AI oleh Hukumonline dalam inovasi layanan informasi hukum, berdampak juga terhadap profesi pustakawan firma hukum. Informasi yang disajikan dalam portal pada hakikatnya sama dengan tugas dan tanggung jawab pustakawan.

Dalam kesempatan ngobrol dengan lawyer muda yang mendirikan firma hukum baru, dengan alasan menekan biaya, mereka lebih memilih berlangganan Hukumonline. Sebuah pilihan logis bagi para perintis, karena mengangkat pustakawan berarti menambah anggaran pengeluaran.

Situasi semacam ini membuat peluang kerja bagi pustakawan baru menjadi kecil atau bahkan tertutup. Fenomena ini menegaskan bahwa disrupsi telah terjadi.

Lantas bagaimanap pustakawan firma hukum menyikapi derasnya arus disrupsi ini? Bertahan berselancar mengikuti deras arusnya, atau menyerah dan tenggelam bersamanya.

Bertahan tentu adalah pilihan bijaksana. Kehadiran teknologi komunikasi dan informasi hendaknya dimanfaatkan seluas-luasnya dan menata kembali mind set untuk membentuk pustakawan yang informatif, kreatif-inovatif, komunikatif, adaptif, dan berjejaring.

Informatif

Pustakawan yang informatif adalah mereka yang senantiasa mempersiapkan pengetahuan agar dapat menjawab aneka kebutuhan informasi pemustaka. Dalam hal ini membaca adalah kunci.

Pengalaman membaca akan mengasah kemampuan teknik kurasi informasi yang baik. Kemampuan ini memudahkan pustakawan dalam memilah informasi dan juga memproyeksi informasi yang mungkin dibutuhkan.

Kreatif-Inovatif

Pustakawan yang kreatif-inovatif senantiasa mencari ide baru atau memperbaharui ide yang sudah ada dalam upaya menciptakan produk layanan informasi. Dari kebiasaan membaca, pustakawan dapat menilai dan memilih berita-berita yang terproyeksi dibutuhkan.

Melalui proses kreatif-inovatif, berita yang terkurasi kemudian dikemas dan diedarkan kepada pemustaka melalui aneka media seperti mailing list, WAG, website, dll.

Beberapa contoh layanan informasi perpustakaan firma hukum diantaranya News Update, Regulatory Update berupa daftar peraturan terbaru, Corporate Action, E-Book kompilasi peraturan tematis, Current Legal Issues (ringkasan peraturan), Yurisprudensi Update, dan Kaleidoskop tahunan.

Komunikatif

Pustakawan hendaknya menguasai teknik komunikasi yang baik dalam bentuk verbal maupun tertulis. Mereka yang banyak membaca biasanya memiliki modal informasi yang cukup dan kapasitas yang memadai untuk melakukan komunikasi yang baik.

Layanan informasi adalah tulang punggung layanan perpustakaan, dengan komunikasi yang baik pesan yang disampaikan akan diterima dengan baik pula. Pesan tersampaikan tanpa distorsi.

Adaptif

Pustakawan yang adaptif mampu membaca situasi dan kondisi di sekelilingnya. Jika mendapati situasi yang menghambat kinerja, pustakawan adapatif, dengan penuh kesadaran diri, akan berusaha sekuat tenaga meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

"I think most people can learn a lot more than they think they can. They self-limit their ability to learn". Kutipan dari Elon Musk ini bisa djadikan motivasi pengembangan diri.

Sekedar berbagi pengalaman. Ketika mendapati database peraturan di kantor sudah tidak sesuai kebutuhan, sementara vendor pembuat database sudah tidak berkenan, kami memutuskan mempelajari database berbasis PhP dan MySQL dari dasar secara otodidak.

Alhamdulillah, akhirnya masalah database bisa diatasi. Manajemen informasi regulasi jadi tertata lebih rapi. 

Berjejaring

Menghadapi era disrupsi informasi hukum, pustakawan hukum, atau ada juga yang menyebutnya Pekerja Informasi Hukum, sebaiknya mengambil bagian dalam jejaring profesi. Pustakawan hukum tidak hanya ada di firma hukum, ada juga di pemerintahan seperi Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN), dan perpustakaan hukum perguruan tinggi negeri/swasta.

Asosiasi Pekerja Informasi Hukum Indonesia (APIHI) merupakan salah satu jejaring bagi pustakawan firma hukum yang eksis saat ini. Media komunikasi dalam bentuk WAG bisa dimanfaatkan anggota untuk bertukar informasi dan menimba ilmu.

Ke depan semoga APIHI dapat berkolaborasi dengan BPHN, JDIH, dan Hukumonline dan mengambil peran dalam pembangunan sistem dokumentasi hukum yang berkeadilan bagi seluruh warga Indonesia. Sehingga pustakawan firma hukum dapat menjalankan peran yang lebih luas lagi.

***

Adopsi teknologi komunikasi dan informasi dalam inovasi layanan informasi hukum khususnya oleh Hukumonline terbukti menciptkan disrupsi. Dengan alasan efisiensi biaya, beberapa firma hukum baru memilih berlangganan Hukumonline daripada mempekerjakan pustakawan.

Derasnya arus disrupsi informasi hukum membuat pustakawan firma hukum dihadapkan pada dua pilihan: bartahan atau menyerah tenggelam. Dan bertahan adalah pilihan bijaksana.

Taslim Buldani (Pustakawan di Hiswara Bunjamin & Tandjung)

Comments

Popular posts from this blog

20 Tahapan Pemasangan Pipa Bawah Laut atau Kabel Bawah Laut

20 tahapan pemasangan pipa atau kabel bawah laut, dikutip dari  ( https://e-pipakabel.pushidrosal.id/panduan)  :  Pengajuan proposal merupakan tahapan awal yang dilaksanakan oleh pemrakarsa dalam bentuk permohonan yang terkait aspek rencana kegiatan, lokasi geografis, penataan ruang laut, pertahanan keamanan, keselamatan pelayaran, mitigasi bencana dan kelestarian ekosistim dalam bentuk dokumen yang diserahkan kepada tim nasional penataan alur pipa dan/atau kabel bawah laut. Setelah tahapan ini disetujui akan mendapatkan tiket yang dibutuhkan dalam pengajuan izin secara online. Tiket tersebut akan di tembuskan kepada lembaga yang tergabung dalam tim nasional pengelolaan jalur pipa dan atau kabel bawah laut. Setelah memiliki tiket silahkan browse https:e-pipakabel.pushidrosal.id, dikolom cek proses masukkan kode tiket untuk login Rapat Validasi atau audiensi yaitu  proses penilaian dalam penetapan alur pipa dan/atau kabel bawah laut terkait aspek teknis, keselamatan p...

Pemilik Kabel Bawah Laut Indonesia

 Indonesian Government, Moratelindo, Telekom PT SmartFren https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/palapa-ring-east  Telkom INdonesia https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/smpcs-packet-1 https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/smpcs-packet-2 https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/mataram-kupang-cable-system-mkcs https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/jaka2ladema https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/s-u-b-cable-system https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/luwuk-tutuyan-cable-system-ltcs https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/jasuka https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/sumatera-bangka-cable-system-sbcs Moratelindo https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/sape-labuan-bajo-ende-kupang-cable-systems https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/link-2-phase-2 https://www.submarinecablemap.com/submarine-cable/denpasar-waingapu-cable-systems XL-Axiata https://www.submari...